Melestarikan Budaya Membaca Masyarakat Dusun 1

Laporan 11 Agustus 2017

LAPORAN KEGIATAN LITERASI DALAM MENINGKATKAN  MINAT BACA MASYARAKAT

Pada 11 agustus 2017 kelompok 51 melakukan kegiatan literasi dengan membuka lapak baca dengan bersinergi dengan komunitas yang ada di Cicalengka yang bernama Senjakala Pustaka.

Sejumlah anak sedang membaca buku di lapak buku KKN UIN Bandung kelompok 51 yang bersinergi bersama Komunitas Senjakala Pustaka Cicalengka

Kegiatan ini dilakukan dengan dasar ingin menumbuhkan kembali minat baca khususnya di daerah desa narawita sebagai cangkupan kegiatan  Kuliah Kerja Nyata (KKN) Berbasis Pemberdayaan Masyarakat (SISDAMAS) 2017.

Penumbuhan minat baca pada jaman sekarang memang sangat susah sekali karena terhalang oleh benteng besar yaitu teknologi masa kini salah satunya smartphone, meskipun daerah pedesaan tetapi pengaruhnya sangat terasa sekali terhadap kehidupan anak-anak sekarang.

Dengan dasar demikian kelompok 51 desa Narawita berinisiatif melakukan kegiatan yang mendorong anak anak untuk kembali lagi membaca sebagai pijakan dan jendela ilmu pengetahuan , serta membantu agar anak-anak yang akan masuk sekolah telah mulai lancar dalam membaca.

Respon dari masyarakat atas kegiatan tersebut sangat mendukung, terbukti dengan sukarelanya masyarakat dalam menyediakan fasilitas tempat untuk lapak baca. Anak-anak sangat antusias ketika lapak telah dibuka, bahkan ada seorang ibu yang menemani anaknya untuk membaca.

Adapun tempat lapak baca diantaranya ada RW 01 di rumah warga sebrang masjid At-Taqwa, RW 02 di SDN Narawita I, masjid dan lahan terbuka warga. Untuk buku yang disediakan cukup lengkap mulai dari novel, buku islami, komik, buku pengetahuan, buku sastra, khususnya buku bacaan bagi anak-anak.

Lapak buku di kawasan RW 01
Lapak buku di SDN 1 Narawita.
Lapak buku di RW 02

Kegiatan Posyandu di Dusun 1

Laporan tanggal 8 dan 9 Agustus 2017

KEGIATAN POSYANDU DI DUSUN 1

Pos Pelayanan Keluarga Berencana – Kesehatan Terpadu (Posyandu) adalah kegiatan kesehatan dasar yang diselenggarakan dari, oleh dan untuk masyarakat yang dibantu oleh petugas kesehatan. Kegiatan ini dilakukan setiap satu  bulan sekali. Kegiatan Posyandu di dusun 1 dilakukan oleh RW 02 dan 04. Keduanya dilaksanakan di tanggal yang berbeda. Pada 8 Agustus tepatnya pukul 8 pagi kegiatan ini bertempat di rumah RW 02, sebelumnya kami membantu ibu-ibu Pembinaan Kesejahteraan Keluarga (PKK) untuk membuat bingkisan yang ditujukan kepada anak-anak yang telah melakukan penimbangan, pengukuran tinggi badan, dan pemberian vitamin A.

Mahasiswa KKN UIN Bandung kelompok 51, Ridha Rahmi sedang memberikan vitamin A kepada seorang anak.
Salah satu anggota PKK sedang melakukan tinggi badan bayi.

Foto bersama antara Mahasiswa KKN kelompok 51 dan ibu PKK RW 02 setelah melaksanakan kegiatan Posyandu.

Kegiatan Posyandu berlanjut pada 9 Agustus 2017 di RW 04. Pada kegiatan tersebut dilakukan juga penyuluhan terkait vaksin campak dan rubella.

Proses penimbangan bayi dilakukan oleh ibu PKK RW 04.
Perwakilan DInas Kesehatan kabupaten Bandung, Jumian Aini sedang melakukan penyuluhan terkait vaksin campak dan rubella kepada masyarakat setempat.

*Kelompok 51

Berlatih Kesenian Tari dan Marawis Untuk Hari Kemerdekaan

Kegiatan latihan marawis dalam rangka 17 Agustus 2017 dibagi ke dalam 2 kelompok yaitu perempuan dan laki-laki. Dengan dipandu oleh perwakilan dari KKN Sisdamas UIN SGD Bandung. Latihan dilakukan setiap hari dimulai dari ba’da ashar sampai sebelum maghrib di Madrasah Syafi’iah.

Pelatihan tari dilakukan di Diniyah al-sayfi’iah yang dimulai pada tanggal 7 agustus 2017, pelatihan dilakukan untuk memeriahkan gebyar seni yang akan di adakan pada tanggal 19 agustus 2017 di RW 03Desa Narawita, hari pertama latihan diikuti antusias anak- anak diniyah al-syafi’ah. Hal ini memang patut untuk diacungi jempol, mereka rela latihan di lapangan karena banyak personil yang memang ingin ikut main sehingga madrasah tidak bisa menampung sepenuhnya.

Namun untuk hari kedua latihan anak-anak Diniyah dibagi ke dalam dua kelompok sehingga latihan tari bisa dilakukan di dalam madrasah. Tarian pertama membawakan lagu barakallah dari Maher Zein dan yang kedua lagu ibu dari Sulis. Latihan tari dilakukan hanya seminggu karena memang antusias yang tinggi dari anak-anak memudahkan dalam melatih gerakan tari tersebut.

Walaupun anak-anak bisa dibilang cepat dalam menghapal gerakan, namun kesabaran tetap diperlukan jika terjadi konflik antara anak anak. Kekompakan memang sangat tidak mudah terutama anak-anak, untuk itu latihan berikutnya dilakukan untuk melihat kekompakannya. Pada hari H penampilan tari berjalan dengan lancar walaupun ada sedikit kesalahan dalam gerakan namun dapat tertutupi oleh yang lain.

Sebelumnya anak – anak juga ikut membantu dalam pembuatan aksesoris yang akan digunakan untuk keperluan tampil dipanggung, sehingga semua pekerjaan begitu cepat terselesaikan karena dilakukan secara bersama – sama.

 

*Narawita Kelompok 50

 

 

Pelatihan Microsoft Office Warga Dusun II Desa Narawita Kelompok 50

Kegiatan Pelatihan Microsoft Office yang diselenggarakan oleh Jurusan Teknik Informatika UIN SGD Bandung kelompok 50. Kegiatan tersebut dilaksanakan setiap hari senin sampai jum’at di Kantor Desa Narawita pada pukul 13.00 hingga pukul 16.00. Pelatihan ini dibagi ke dalam 7 kloter yang diikuti oleh staff Desa Narawita dan masyarakat Desa Narawita yang bertujuan untuk melatih mereka tentang bagaimana penggunaan microsoft Office.

Antusiasme dari para peserta pelatihan begitu antusias, terlihat dari kehadiran dan rajinnya mereka mengikuti pelatihan yang sudah dijadwalkan. Nantinya pelatihan office tersebut meliputi pelatihan word, excel, access, dan power point.

Hal ini bertujuan untuk saling membagi ilmu, selain itu untuk mengukur kemampuan staff desa yang ada. Kemudian hal ini ditujukan untuk membantu staff desa agar lebih terlatih dalam penggungan microsoft office.

Sejauh ini pelatihan yang diberikan sudah berjalan selama 3 pertemuan, biasanya dalam satu pertemuan bisa dihadiri 2 hingga 4 orang peserta pelatihan yang mengikutinya. Fasilitas yang disediakan oleh pihak Desa Narawita sendiri hanya difasilitasi dua unit komputer saja. Namun hal itu tidak mengurangi keinginan untuk belajar. Rencananya pelatihan ini akan berlangsung selama 2 minggu lamanya.

 

*Narawita Kelompok 50

Kegiatan Organisasi Masyarakat Desa Narawita Dusun 1

Laporan tanggal 6 Agustus 2017

Pada pukul 7 malam kami berkumpul bersama karang taruna Rw 01, 02, 04, dan 12 di rumah ketua Rw 01. Sebelumnya kami berkunjung ke setiap Rw dan meminta ijin untuk mengumpulkan perwakilan karang taruna upaya konsolidasi antar Rw di dusun 1 agar kami mengetahui sejauh mana organisasi tersebut bergerak.

Hasil rapat kelompok, rencana tahap awal adalah acara hari kemerdekaan Indonesia di dusun 1 digabung. Namun setelah disampaikan kepada pihak karang taruna setempat mereka belum seutuhnya menerima tentang masukan yang kami sampaikan. Ditinjau dari segi kesiapan, Rw 01 dan Rw 12 telah terjun ke lapangan untuk penggalangan dana, sedangkan Rw 02 belum sama sekali melakukan persiapan menuju acara tersebut, dan Rw 04 menegaskan bahwa pihak mereka tidak akan mengadakan acara untuk memperingati hari kemerdekaan RI. Rw 04 hanya mengikuti acara karnaval atau arak-arakan yang diselenggarakan di seluruh kecamatan Cicalengka saja.

Rencana yang telah kami susun akhirnya kami urungkan karena jika kami memaksakan kehendak, kami tidak ingin suatu hal terjadi dan mengganggu kenyamanan warga sekitar. Sehingga kami dibagi tugas untuk membantu acara yang akan diselenggarakan pada hari kemerdekaan RI di setiap Rw. Tetapi kami memiliki rencana lain yaitu mengadakan acara tabligh akbar yang digelar untuk warga dusun 1 agar semua warga dusun 1 dapat berkumpul dengan baik dalam satu acara.

*Rapat Karang Taruna dusun 1 meliputi Rw 01, 02, 04 dan 12 bersama peserta KKN Desa Narawita kelompok 51 membahas tentang kesiapan memperingati hari kemerdekaan Indonesia ke 72 bertempat di kediaman ketua Rw 01 kampung Ciseureuh desa Narawita.
*Pelaksanaan rapat bertujuan untuk konsolidasi seluruh Karang Taruna dusun 1 meliputi Rw 01, 02, 04, dan 12.

Laporan tanggal 8 Agustus 2017

Jalan Santai Bersama Pembinaan Kesejahteraan Keluarga (PKK) 

Jalan santai diselenggarakan oleh pihak kecamatan Cicalengka kabupaten Bandung dan diikuti oleh seluruh desa dan sekolah menengah yang ada di Cicalengka. Kami berkumpul terlebih dahulu bersama anggota Pembinaan Kesejahteraan Keluarga (PKK) di kantor kepala desa Narawita. Selanjutnya kami bersama PKK berangkat menuju kantor kecamatan Cicalengka menggunakan mobil dinas bersama Kepala Desa (Kades) Alex Fajar.

Sesampainya di kantor kecamatan kami langsung berbaris dan melakukan jalan santai dengan rute dimulai dari kantor kecamatan Cicalengka – Dipati Ukur – Waluya – Pasar Cicalengka – Pacinan dan kembali ke kecamatan Cicalengka.

*Kelompok 51

Bentuk Pengabdian Kepada Masyarakat dan Rembug Warga KKN Sisdamas Desa Narawita Kelompok 51

Laporan 4 Agustus 2017

  1. Kunjungan ke Madrasah Diniyah Takmiliyah Nurul Ulum
*Mahasiswa peserta KKN kelompok 51 melakukan kunjungan ke Madrasah Diniyah Takmiliyah Nurul Ulum di RW 02 dusun 01
*Pengasuh Madrasah Diniyah Takmiliyah Nurul Ulum, Asep yang telah mendirikan lembaga pendidikan ini sejak tahun 2008 sampai sekarang

Madrasah Diniyah Takmiliyah Nurul Ulum berdomisili di RW 02, lokasi madrasah ini terletak di tempat yang ramai penduduk tapi, cukup jauh dari jalan raya. Madrasah ini hanya memiliki tiga ruangan, ruangan pertama adalah kantor, kedua adalah WC, dan ketiga adalah kelas.

Madrasah tersebut hanya memiliki satu ruang kelas, sedangkan santri terdiri dari kelas 1 – 6. Sehingga di dalam satu kelas terdapat kelas-kelas yang berbeda dan hanya diasuh oleh satu guru saja. Berhubung fasilitas yang dimiliki oleh pihak madrasah belum baik dan sempurna maka sistem belajar mengajar dijalankan sesuai dengan jadwal, berikut adalah jadwalnya:

  • Jam 2 siang-4 sore: kelas 1, 2, 3, dan 6 diasuh oleh Maya
  • Jam 4 sore-5 sore: kelas 4 dan 5 diasuh oleh Eneng

Pengasuh Madrasah Diniyah Takmiliyah Nurul Ulum, Asep, sberujar bahwa madrasah ini tidak memiliki pengasuh atau pengajar lebih selain dirinya, Istrinya (Eneng), dan saudara perempuannya (Maya). Mereka saling bergantian jika seandainya salah satu dari mereka berlahangan hadir atau bahkan dibiarkan para santri belajar tanpa guru.

Hal yang paling disayangkan oleh Asep adalah meskipun madrasah ini berada di tengah-tengah pemukiman warga yang padat tapi, jumlah anak-anak yang sekolah ke madrasah tersebut sangat sedikit. Terkecuali, jika madrasah tersebut akan menyelenggarakan suatu acara jumlah anak-anak yang sekolah akan melunjak hingga berjumlah ratusan.

“Apakah di sini, di madrasah ini harus menyelenggarakan acara setiap hari agar anak-anak bisa melanjutkan sekolah?” tanya Asep kepada kami.

Madrasah Diniyah Takmiliyah ini mengacu kepada peraturan Departemen Agama (Depag) kabupaten Bandung yang mana Depag dengan Kementrian Pendidikan dan Kebudayaan (Mendikbud) menegaskan bahwa ijazah Madrasah Diniyah dan Takmiliyah adalah syarat wajib untuk memasuki jenjang pendidikan selanjutnya, yaitu SMP. Namun pihak SMP di desa Narawita belum menggunakan peraturan ini sebagai salah satu syarat untuk sekolah di SMP tersebut. Sehingga minim sekali minat masyarakat untuk belajar di Madrasah Diniyah Takmiliyah Nurul Ulum.

Setelah melakukan perijinan kepada pihak madrasah, Asep sangat menerima kami untuk membantu mengajar di madrasah tersebut. Bahkan pada hari itu juga kami langsung terjun untuk mengajar.

*santriwan-santriwati kelas 1, 2, 3, dan 6 sedang berdoa sesaat sebelum melaksanakan kegiatan pembelajaran

Dalam proses belajar mengajar ini kelas 6 dipisah sedangkan kelas 1, 2, dan 3 digabung. Ini adalah ketentuan dari pihak sekolah.

*Kelompok 51 bersama santriwan-santriwati kelas 4 dan 5

2. Rembug Warga

Rembug warga dilaksanakan pada pukul 7 malam di aula Kantor Desa Narawita. Rembug warga dihadiri oleh Dosen Pembimbing Lapangan (DPL) Usep Saepulah, Kepala Desa Narawita, Alex Fajar, jajaran aparatur pemerintah Desa Narawita, warga sekitar, dan peserta KKN Sisdamas UIN Bandung Desa Narawita kelompok 49, 50 dan 51.

Rembug warga bertujuan untuk terjalinnya hubungan baik dengan masyarakat; teridentifikasinya kelompok-kelompok masyarakat; mengetahui klasifikasi masyarakat; mengetahui berbagai masalah yang ada di masyarakt; membangun kesadaran atas akar permasalahan yang ada di masyarakat; dan menginventarisir harapan-harapan masyarakat dan pemerintah.

Sebelum melaksanakan rembug warga seluruh peserta KKN Sisdamas Desa Narawita berkumpul dan melakukan evaluasi internal.

*Peserta KKN Desa Narawita kelompok 49, 50, dan 51 berkumpul di posko 50 untuk melakukan rapat koordinasi dan membicarakan kesiapan acara rembug warga serta evaluasi dari rangkaian rapat-rapat internal kelompok.

Selanjutnya seluruh peserta KKN Sisdamas menuju kantor kepala desa, di lokasi sudah berkumpul warga-warga, aparatur pemerintah desa dan DPL. Dari rangakaian rapat yang sudah dilakukan oleh seluruh peserta KKN terbentuklah kepanitiaan dan susunan acara untuk kegiatan rembug warga, sebagai berikut:

  1. Ismail Abdurrrahman Azizi dari kelompok 50 sebagai Koordinasi Desa (Kordes);
  2. Suci Puji Lestari (dari kelompok 50) dan Neneng Imas Fauziah (dari kelompok 49) sebagai protokol;
  3. Sona Sofyan Permana (dari kelompok 51) sebagai moderator;
  4. Mila Nur Azizah (dari kelompok 51) sebagai notulen;
  5. Pikri Aliyudin (dari kelompok 51) pembacaan ayat suci Al-Quran;
  6. Nabila (dari kelompok 49) sebagai dirjen saat menyanyikan lagu Indonesia Raya;
  7. Muhammad Lutfi (dari kelompok 51) pembacaan doa.
*Dosen Pembimbing Lapangan (DPL), Usep Saepulah dalam sambutannya menyampaikan tujuan KKN Sisdamas kepada seluruh warga yang hadir pada kesempatan acara rembug warga di aula desa Narawita.
*Kepala Desa (Kades), Alex Fajar dalam sambutannya menyampaikan bahwa pihak pemerintah desa Narawita menerima mahasiswa KKN di desa tersebut. Dalam hal ini juga Alex Fajar menyampaikan beberpa hal menyangkut latar belakang warga dari berbagai aspek, seperti latar belakang ekonomi, pendidikan, sosial, dan lain sebagainya.
*Koordinasi Desa (Kordes), Ismail Abdurrahman Azizi (kiri) bersama Kades, Alex Fajar dan DPL, Usep Saepuloh menyampaikan sambutan kepada seluruh peserta KKN, warga, dan tokoh masyarakat setempat.
*Kondisi ruangan ketika acara rembug warga berlangsung.
*Serah terima secara simbolis dilakukan oleh Kades Narawita, Alex Fajar dan DPL, Usep Saepulah dengan berjabat tangan.
*Peserta KKN Sisdamas Desa Narawita kelompok 49, 50, dan 51

Laporan tanggal 5 Agustus 2017

Setelah melakukan sosialisasi dengan ketua RW dusun 1 yang meliputi RW 01,02,04, dan 12 kami mendapatkan banyak informasi mengenai latar belakang warga setempat, dimulai dari latar belakang agama, pendidikan, ekonomi, dan sosial. Bahwa di dusun 1 mayoritas warganya beragama Islam, mata pencaharian warganya serabutan, karyawan pabrik, dan petani sebab itulah latar belakang pendidikan warga dusun 1 mayoritas hanya lulusan SMP atau SMA. Kondisi sosial warga dusun 1 selalu mengalami persaingan sengit antar RW tetapi, dalam bentuk persaingan yang baik dan positif sehingga jalinan antar masyarakat cukup harmonis dan sejahtera.

Setiap RW memiliki kegiatan yang sama yaitu pengajian rutin di masjid setiap Minggu sekali,

*Pengajian ibu-ibu RW 04
*Posyandu RW 01 Desa Narawita

 

*Karang Taruna RW 01 sedang mempersiapkan hari kemerdekaan Republik Indonesia

Dadang Naser Buka KKN Sisdamas 2017

Bupati Kabupaten Bandung, Dadang Naser saat berfoto bersama usai pembukaan mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Berbasis Pemberdayaan Masyarakat (Sisdamas), di Kantor Kecamatan Nagreg, Senin (7/8/2017).

BANDUNG – Kuliah Kerja Nyata (KKN) Berbasis Pemberdayaan Masyarakat (Sisdamas) yang berlokasi di Kabupaten Bandung resmi dibuka, di Kantor Kecamatan Nagreg, Senin (7/8/2017). KKN merupakan kegiatan akademik yang audiensnya masyarakat.

“Memecahkan masalah yang ada di masyarakat merupakan tujuan pokok, tentunya dengan bantuan,” ujar Kepala Lembaga Pusat Pengabdian Masyarakat (LP2M) UIN SGD Bandung, Ramdani Wahyu Sururi.

KKN berbasis Sisdamas ini merupakan kali pertama dilaksanakan di Kabupaten Bandung, dan memiliki konsep sabilulungan, artinya selaras dengan visi dan misi Kabupaten Bandung, papar Ramdani.

“Dengan 43 prodi yang ada semoga bisa membantu memecahkan masalah dan membangun kabupaten bandung yang religius. Kemudian tahun ini juga diharapkan mahasiswa bisa menciptakan sebuah produk yang diminati masyarakat,” tambahnya.

Nantinya produk tersebut akan dibuat laporan yang berbasis International Standard Book Number (ISBN). Sehingga hasilnya tidak hanya bermanfaat bagi pihak kampus, tapi berguna juga bagi kepentingan masyarakat dan aparatur setempat.

Bupati Bandung Barat, Dadang Naser meyampaikan ucapan terima kasih atas pelaksanaan kegiatan KKN di Kabupaten Bandung.

“Seperti yang sudah disampaikan Ramdani tadi, ini selaras dengan visi Kabupaten Bandung. Sehingga kita memantapkan masyarakat untuk maju dan berdaya saing melalui tata kelola pemerintah yang baik,” turutnya.

Terakhir ia menyampaikan, jika produk tersebut bisa meningkatkan Sumber Daya Manusia (SDM) maka ia akan sangat mendukung karena berkaitan dengan percepatan daya saing SDM yang ada. Terlebih mahasiswa saat ini terbilang kreatif dan inovativ, sehingga sangat cocok dalam upaya peningkatan kemampuan yang ada.

 

*Narawita Kelompok 50

Pemetaan Program KKN Sisdamas Desa Narawita 49

Laporan KKN 49

Ketika matahari belum memancarkan cahayanya, ketika air senang mengalir dengan derasnya, dan pohon berjajar dengan gagahnya, alunan Adzan Subuh membangunkan kami untuk segera bergegas menjalani pengabdian yang suci,akhirnya kami terbangun untuk segera bergegas ke kampus karena pada hari ini tepatnya, Rabu 2 Agustus 2017  untuk segera berangkat ke tempat tujuan kami, ya inilah kami kelompok 49 Desa Narawita  Kecamatan Cicalengka  yang sedang melaksanakan Kuliah Kerja Nyata(KKN) 2017. Tepatnya di Desa Narawita, Kecamatan Cicalengka Kabupaten Bandung, Jawa Barat. Sebagaimana yang kita ketahui bahwa Kuliah Kerja Nyata (KKN) merupakan kegiatan akademik dari tahun ke tahun yang dilaksanakan oleh Universitas Islam Negeri (UIN) Sunan Gunung Djati Bandung, melalui Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (LP2M). Dengan tujuan agar mahasiswa dituntut untuk bersoaialisasi langsung kepada masyarakat dengan bekal yang memadai agar melahirkan pribadi yang baik dan bisa ikut berpartisipasi memajukan desa dan memperdayakan masyarakat sekitar.

 

Hari pertama saat melaksanakan kegiatan Kuliah Kerja Nyata (KKN), Kelompok 49 Desa Narawita, Kecamatan Cicalengka, Jawa Barat, Rabu(2/8/2017).

Sebelum sampai ke tempat tujuan diantara kami ada yang ikut dengan rombongan mahasiswa dari kampus menggunakan bus dan sebagian mengendarai motor untuk sampai ke tempat tujuan,jarak yang lumayan menguras tenaga membuat kami harus segera sampai ke tempat tujuan. Di Desa Narawita terbagi dalam tiga kelompok yaitu kelompok 49, 50, dan 51 . Kebetulan kami kelompok 49, kami kedapatan Rw 09,Rw 10, Rw 11, dan Rw 13 untuk memperdayakan masyarakatnya. Tubuh yang sedikit lelah membuat kami semangat  ketika disuguhi oleh kelompok kami yang sudah terdahulu sampai di posko. Posko kami terletak di Rw 13 tepatnya di kediaman ibu haji Ocih, selaku tokoh masyarakat yang dihormati.

Sosialisasi Dosen Pembimbing Lapangan (DPL) Dr. H. Usep Saepulah, S.Ag, MAg. Kepada kelompok 49 Desa Narawita yang berada di RW 13 Kecamatan Cicalengka, Kabupaten Bandung Jawa Barat, Kamis(3/8/2017).

Sebelum mengenal lebih jauh desa narawita tepatnya di Rw 9,10,11 dan 13 kita kenal lebih dekat dahulu penduduk disini, di rw yang kami tempati  sebagian besar penduduk bekerja sebagai buruh tani dan pembuat batu bata yang siap dikirim ke pelosok kota Bandung dan sekitarnya. Apabila siang hari ketika kita mengunjungi warga kebanyakan warga tidak ada di rumah dikarenakan bekerja., ramainya ketika menjelang sore warga biasa berkumpul dan menjalankan aktivitasnya.

Sebagian besar mata pencarian penduduk disini sebagai pembuat batu-bata dan buruh tani, Kamis(3/8/2017)

Tidak jauh dari posko kami terdapat madrasah dimana jumlah santri/i sekitar 150 orang yang siap belajar dengan semangat. Mencari ilmu tidaklah sulit yang sulit itu adalah malas dari diri kita sendiri. Letak madrasahnya sekitar 300 meter dari posko, lumayan dekat bukan?. Kita di antar oleh pa Rw 13 yaitu bapak Haji Holidin untuk sampai di dekat madrasah, sejatinya madrasah itu terletak di Rw 9 karena bapak Rw 9 sedang berhalangan hadir akhirnya kamipun di antar oleh bapak Rw 13. Sesampainya disana ramai bukan kepalang ternyata mereka sangat banyak benar seperti yang dikatakan bapalk Rw muridnya kurang lebih terdapat 150 murid.

Saat mengunjungi Madrasah yang berada di Rw 9, Desa Narawita, Kecamatan Cicalengka, Jawa Barat, Jumat(4/8/2017).

 

Saat mengunjungi ibu Rw 11, dan bersosialisasi tentang keadaan  warga disana,Jumat(4/8/2017).

Tidak pas rasanya kalau kita tidak saling mengenal anggotanya masing-masing oleh karena itu kita adakan makan bersama dengan anggota 49 , agar tercipta kebersamaan dan kekompakan karena sebagaimana kita ketahui Kuliah Kerja Nyata (KKN) ini berlangsung kurang lebih satu bulan lamanya.

Saat makan bersama dengan anggota yang lain agar tercipta kebersamaan. Rabu(2/8/2017)

*Dokumentasi 49

Tempat pembuatan batu-bata yang terletak di Rw 11,Jumat(4/8/2017)
Madrasah yang terdapat di Rw 11, kapasitasnya bisa menampung sekitar 150 orang lebih. Jumat(4/8/2017)
Saat belajar mengajar di Madrasah, tepatnya di Rw 9, Desa Narawita, Kecamatan Cicalengka, Jawa Barat, Jumat(4/8/2017)